Jilbab dan Cantik

Saya percaya setiap orang berproses untuk menjadi lebih taat, bisa seiring bertambahnya usia maka timbul kesadaran untuk lebih taat, atau faktor lain misal seringnya mendengar ceramah, hadir di majlis ilmu langsung, yang semuanya merupakan hidayah dari Allah Subhanahu Wata’ala, yang ditangkap dan diamalkan.

Saat ini, perempuan berjilbab bukan lagi menjadi hal yang aneh, beda sekali dibanding awal tahun 90an, perempuan berjilbab itu hampir dapat dipastikan memang yang faham agama saja. Saat ini, jilbab sudah menjadi semacam trend fesyen , lebih ke malu ah, temen temen udah jilbaban. Bisa dipastikan, mayoritas siswi SMP, SMA, mahasiswi banyak yang memakai kerudung. Bahkan, di kantor kantor juga sudah tidak asing yang memakai kerudung. Bersyukurnya juga, sudah banyak yang berjilbab karena mengerti dan mengamalkan perintah Allah.

Oke, sekarang apa sih jilbab itu sebenernya? Umumnya kita menyebutkan jilbab itu ya kerudung, padahal jilbab itu adalah pakaian yang terjulur ke seluruh tubuh, atau bahasa kitanya gamis, dan yang menutup kepala itu adalah khimar, atau kita biasa menyebutnya kerudung. Bagaimana seharusnya berjilbab dan berkerudung? Yaitu, menjulurkan pakaian menutupi seluruh tubuh, dan kerudungnya menjulur sampai melewati dada. Sila cek Quran Surat Al Ahzab ayat 59. Itu sudah ketentuan mutlak yang tidak perlu diperdebatkan. Kemudian, aturan berjilbab ini tidak hanya sebatas menutup lalu selesai, ada aturannya. Tidak membentuk lekuk tubuh, jadi kalau bilang berjilbab tapi masih pakai yang full pressed body siga lepeut ceuk orang sunda mah belum memenuhi kriteria ini. Lalu, tidak menyerupai laki laki, termasuk memakai celana meskipun longgar, hal ini berlaku jika keluar rumah, beda jika dipakai di dalam rumah dan hanya ada mahram, atau hanya sebagai pakaian lapis pertama. Kemudian kerudung juga harus terjulur melewati dada, jadi bukan yang lilit sana lilit sini, dengan jarum pentul selusinn. Yang tak kalah penting juga, jangan tabarruj yaitu menampakkan perhiasan atau menampakkan kecantikan.

Jadi, ketika kita sudah pakai kerudung, coba cek lagi, sudah sesuai ketentuan Allah, atau masih ikut fesyen. Jika sudah sesuai ketentuan Allah, cek lagi masih tabarruj tidak, karena sekarang banyak sekali bertebaran propaganda cantik dengan jilbab. Atau tetap cantik dengan tampil syari. Nah lho, fungsi awal jilbab itu justru untuk menutupi kecantikan, supaya terjaga hanya untuk yang berhak saja, yaitu suaminya. Jadi, jika masih saja ingin terlihat cantik dengan jilbab syari nya,maka mari kita sama sama meluruskan kembali niat berjilbab. Untuk mengikuti aturan Allah, atau untuk mengikuti aturan Allah dan juga tetap terlihat cantik? Karena sejatinya, jilbab itu menutupi perhiasan termasuk kecantikan. Karena perempuan merupakan fitnah untuk laki laki. Mari menjaga itu. Mari perbaiki cara berjilbab dan semoga istiqomah sampai ajal datang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Sampai Kapan?

Assalamu’alaikum, Alhamdulillah untuk nikmat yang tiada terkira, salah satunya,  kemudahan untuk bisa menulis, mari menggalau di pagi yang mendung ini. Akhir akhir ini, saya semangat sekali ikutin kajian kajian yang ustadznya rata rata lulusan Timur Tengah sana, yang disampaikan tidak lain adalah sabda Nabi Sholallohu a’laihi wassalam dan tentunya firman Allah Subhanahu wata’ala. Walaupun, kalau ikut kajian langsung masih bisa dihitung jari, teknologi memudahkan kita untuk bisa streaming,  pembenaranmodeon .

Kemarin, hari Sabtu, seorang temang mengajak untuk ikut kajian, berhubung waktu ada dan badan sehat serta cuaca mendukung, akhirnya berangkatlah. Kajian itu berjudul, dosa dunia maya. Betapa zaman canggih ini memang pedang bermata dua, bisa banyak kebaikan, banyak juga kerusakan yang ditimbulkan. Dengan adanya akses tanpa batas pada dunia maya, sekarang dosa dosa yang dahulu kala jangkauannya masih bisa dihitung seluas kampung, paling luas juga sekelurahan, zaman sekarang dosanya bisa nasional, yang mukim di pulau Jawa, bisa menyebar dosa di pulau Sumatera. Banyak sekali dosa yang timbul di dunia maya, maraknya media sosial gratisan, yang dengan mudah diunduh, membuat orang yang kebanyakan latah, mudahnya membuat akun, dari yang asli sampai yang palsu. Kalau asli, tidak masalah, ini pertama bikin akun saja sudah bohong, dusta yang mana bohong dan dusta itu pasti dosa. Dengan nama akun yang unik sampai yang aneh, dan menyembunyikan identitas asli, bahkan banyak ikhwan yang menyamar jadi akhwat supaya bisa masuk ke media sosial yang khusus akhwat, naudzubillah. Belum dosa dosa turunan yang dihasilkan dari akun palsu itu, tak terhitung berapa banyaknya dan bagaimana cara menghapusnya. Jejak dunia maya susah dihilangkan. Yang ingin saya soroti lebih dalam adalah, fenomena selfie kaum hawa. Tidak bisa dipungkiri bahwa fitrahnya kaum hawa ingin selalu dipuji, dikagumi, disanjung dan merasa ada serta perlu pengakuan adanya dirinya. Tak perlu lagi diperdebatkan dosanya tidak menutup aurat, ditambah selfi plus dipertontonkan di khalayak ramai. Yang memajang fotonya dosa, yang melihatnya juga dosa, apalagi di dunia maya, tak berbatas negara, siapa saja darimana saja bisa melihat foto tersebut. Berapa dosa jariyah yang dihasilkan dari sebuah foto, yang hanya demi dibilang cantik, hanya demi like yang cuma klik. Mungkin bisa dimaklumi jika pelakunya memang orang awam, belum ngaji, tidak tahu hukum menutup aurat dan tidak menampakkan perhiasan. Yang miris adalah, para akhwat yang sudah mengajipun, tidak luput dari fenomena ini.

Memang, captionnya adalah tausyiah, tapi fotonya jelas selfi yang memajang cantiknya wajah dalam balutan kerudung syari nan lebar. Apalagi keterangan tempatnya adalah kajian ilmu, bisa dobel dosa, dosa memajang wajah cantiknya plus dosa riya, meskipun riya itu perkara hati, tapi apa bisa jamin jika pamer pamer foto apalagi di majelis ilmu itu tidak riya? Tipu daya setan memang dahsyat, mungkin benar bahwa pada yang belum beriman, setan melancarkan serangan sangat jarang dan biasa, karena targetnya emang beriman biasa biasa saja. Tapi, pada mereka yang sudah mulai meningkatkan keimanan, yang jilbabnya sudah dilebarkan , yang hatinya sudah diusahakan untuk dijaga,maka serangan setan semakin kuat, dari celah mana saja bisa dilakukan. Ketika godaan untuk tidak menutup aurat di dunia nyata sudah tidak mempan, maka jalan dunia maya masih terbuka lebar, dengan dalih, jilbabnya syari kok, fotonya biasa aja kok, ini kan syiar kalau pake jilbab juga tetap bla bla bla. Di situlah setan mulai tertawa. Saudariku, ketahuilah bahwa setan akan selalu mencari celah untuk menggoda kita, sampai kapan kita akan terus mengiyakan bisikannya? Bukankan saudari saudari ini yang masih jomblo apalagi ingin mendapatkan suami suami yang sholeh? Bagaimana cara lelaki meningkatkan kesholehannya, jika di dunia maya bertebaran foto cantikmu? Jika foto wanita tidak behijab, bisa dengan mudah dipalingkan karena tahu itu dosa, akan sangat sulit untuk memalingkan wajah dari foto foto cantikmu yang berbalut kerudung syari, kenapa? Karena akan berdalih, dia sudah memakai jilbab syari tak apa jika dilihat sekilas, yakinkah penglihatannya akan hanya sekilas? Yakinkan setan juga tidak akan menggoda pria pria yang berusaha meningkatakan iman dan ingin menjadi sholeh itu tidak ada? Setan akan selalu berusaha menghiasi dengan keindahan segala perbuatan terlarang, dan menghiasi dengan kesulitan segala yang berbau ketaatan. Ingatlah, bukan hanya kita harus menjaga diri di dunia nyata, terlebih lagi di dunia maya, yang jangkauannya tak berbatas negara. Ingat salah satu cuplikan potongan ceramah ustad Syafiq, jadilah Sofia, Aisyah, Khadijah dan Asiyah, yang meninggalkan kebajikan untuk terus selalu diceritakan, bukan meninggalkan foto. Semoga Allah subhanahu wataala selalu memberikan kita taufiq dan hidayahnya, untuk selalu taat tanpa tapi. Kalau kata ustad Khalid, mau sampai kapan? Sekarang saatnya berubah. Saya tidak lebih baik sehingga bisa menulis ini, berusaha menasihati diri sendiri dulu. Wassalamu’alaikum.

 

Belajar dari Aa Gym

Seperti yang kita tahu, kasus penistaan agama oleh gubernur non aktif Jakarta, mendapatkan banyak reaksi dari umat muslim sendiri bahkan dari kalangan non muslim juga. Puncaknya, aksi damai pada tanggal 4 Nopember 2016 lalu, jutaan umat muslim dari penjuru tanah air datang ke kota Jakarta. Sayang, saya tidak ikut aksi tersebut karena berbagai halangan. Apa yang menyebabkan begitu banyak orang bisa datang ke Jakarta? Ya tiada lain karena ada perasaan terluka, Al Quran sebagai pedoman hidup, dituduh bohong oleh non muslim pula. Kasusnya juga nampak sangat lambat penanganannya. Kata Aa Gym, tidak ada satu pun organisasi, bahkan partai sekalipun yang dapat menghimpun banyak umat dalam satu waktu, kecuali AlQuran,  kecuali kecintaan pada agama. Islam, bukan hanya agama pelengkap informasi di KTP. Islam merupakan jalan hidup, mengatur hidup manusia dari bangun tidur sampai tidur kembali. Dari lahir sampai akhir hayat. Meskipun, dalam penerapannya sehari hari, masih banyak yang belum sempurna. Tapi, kebenaran islam dan Al Quran, tidak bisa diragukan sedikitpun. AlQuran merupakan satu satunya kitab, yang dari awal turunnya sampai akhir zaman, akan tetap terjaga keasliannya. Allah Subhanahu Wataala yang menjaminnya.

Kembali ke aksi damai, 4 november lalu. Dalam aksi tersebut, saya menyaksikan berbagai kalangan bersatu, para ulama dan ustad yang  ikut dalam aksi tersebut. Yang saya ingin soroti lebih adalah ikutnya Aa Gym pada aksi tersebut. Biasanya, Aa Gym jarang ikut aksi masa, jika ada isu di publik, beliau singgung dalam ceramahnya dengan cara yang santun. Aa Gym tidak berada di garda terdepan dalam aksi damai itu, tapi beliau menjadi pemimpin pasukan semut, membersihkan sampah bersama dengan santri beliau yang berjumlah kurang lebih seribu lima ratus. Kemudian, setelah aksi damai, Aa Gym menjadi narasumber di acara ILC di tvone dengan beberapa narasumber lainnya. Saya tidak akan memaparkan isi acara tersebut. Setelah acara itu usai. Di youtube dan sosial media ramai diperbincangkan Aa Gym ini, karena closing statement Aa di acara itu. Sangat tegas, bijak dan santun, sehingga menuai banyak pujian.

Lalu, ingatan saya terlempar pada beberapa tahun lalu, saat Aa Gym memutuskan untuk menikah kembali, melakukan poligami. Saat itu, Aa Gym berada di puncak ketenaran dan pujian karena ceramahnya yang menyejukkan. Tiba – tiba, semua pujian itu seketika berbalik menjadi cacian dan hujatan, bahwa Aa Gym menyakiti hati perempuan, menyakiti hati istrinya. Padahal, poligami adalah sesuatu yang Allah halalkan, ada perintahnya, ada syariatnya. Tetapi, semua orang menutup mata akan hal ini, bahkan saya sendiri ikut mencaci, minimal berkomentar yang tidak baik saat itu. Apalagi perempuan, terbawa perasaan, menghakimi di awal, bahwa laki laki pelaku poligami adalah jahat, menyakiti istri pertama, sedangkan istri kedua dihujat merusak rumah tangga istri pertama, dinilai tidak peka pada perasaan sesama perempuan. Malu rasanya, menyadari bahwa saya, saat itu menjadi salah satu orang yang bodoh, mencaci syariat Allah. Kemudian setelah mengetahui ilmunya, hendaklah kita tidak terbawa setan untuk terus membangkang pada Allah. Jika kita tidak sanggup melaksanakan syariat Allah, cukup diamlah, tidak usah pula menghujat sesuatu yang Allah halalkan. Mengapa kita, tidak alihkan energi ‘ketidaksetujuan’ kita akan satu syariat Allah, katakanlah poligami, untuk mengajak manusia meninggalkan larangan Allah yang lain, seperti riba, durhaka pada orang tua, dsb. Benar bahwa pujian dan cacian manusia tidak abadi, beberapa tahun yang lalu, Aa Gym diam saja menerima hujatan dan cacian tersebut, padahal yang dilakukan, tidak menentang syariat Allah. Sekarang, Allah tunjukkan kuasa-Nya, Aa Gym menjadi salah satu penerima pujian, karena membela agama Allah. Kita memang tidak bisa menyenangkan semua orang, karena tugas kita sebenarnya adalah menjadikan Allah ridho dan senang pada kita. Jika respon manusia yang kita inginkan hanya mendatangkan kecewa, tapi Allah selalu merespon semua tindakan manusia dengan kemaha adilan-Nya, dengan cara -Nya.

#Ntms

Saya sedang dalam kondisi yang entahlah, susah untuk bilang galau hehehe. Nah, berhubung manifestasi kegalauan setiap orang itu berbeda. Saya menyalurkannya dengan membaca blog yang mengispirasi, entah itu untuk sekedar saya baca atau saya selami lebih dalam. Hasilnya, taraaa blog ini, yang terkenal banget itu. Sukses membuat saya, membaca blognya berulang-ulang bahkan saya sering membaca postingan yang sama beberapa kali, hanya untuk memastikan bahwa apa yang ditulisnya itu, lebih banyak iya bangetnya untuk saya. Kebermanfaatan untuk orang lain itu salah satunya dengan memberikan tulisan tulisan yang bermanfaat kan, bukan hanya sekedar sesi curhat. Hehe, padahal tulisan saya curhatan semua ya.

Secara random saja, tiba tiba saya teringat kata kata dari paman. Karena saya itu belum bisa mengendarai sepeda motor sampai saat ini. Waktu belajar, paman bilang, kalau di tengah jalan ga stabil, agak oleng gitu kencengin lagi gasnya nanti jalan lagi. Baru sadar, ternyata dalam hidup juga gitu. Kalau merasa kehidupan kita sedang ga stabil, agak oleng gitu, ya kencengin lagi sabarnya, usahanya, tawakalnya. Ntms.

Hati seluas samudera

Semakin kesini, saya kok jadi semakin bertambah khawatir ya. Apalagi pada ponakan saya yang semuanya perempuan, jaman saya kecil, masa kecil itu banyak permainan fisiknya, masih main di lapangan dan tentunya hiburan juga lagu lagu anak-anak. Sekarang, anak kecil saja banyak yang berdendang lagu dewasa. Ya, memang jamannya tehnologi juga, mainannya tablet. Kalau diarahkan ke yang bagus dan benar sih setuju, tapi banyak yang akhirnya senjata makan tuan, niat nyenengin anak yang jadi malah kecanduan ga ketulungan. Terus nanti di masa depan, sekolah dimana ya, rasanya kok tidak berani melepas anak anak keluar kota. Takut begini, takut begitu, belum lagi pergaulan jaman sekarang, banyaknya budaya barat yang dijadikan acuan, sayangnya banyak yang diadopsi justru yang ga baiknya, rasa khawatir itu semakin menjadi-jadi.
Rasanya, saya jadi salut sama ibu dan bapak saya, berani melepas anak perempuannya keluar kota, dan memberikan kepercayaan maksimal, jadi saya tidak khawatir apa-apa. Hati mereka lapang sekali ya, memang diperlukan hati seluas samudera, buat menghadapi kenyataan ini. Jadi kangen orang tua, i love you, thank you for everything, thank you for giving me love.

 

 

Ketika kamu merasa orang lain meragukanmu, mungkin saja yang ragu itu adalah dirimu sendiri.*teruntuk semua yang merasa diragukan atau ragu :-)*